Pelaku Penyebar Isu Dana Cadangan Rp 44 Milliar Minta Maaf ke Ketua DPR Papua
Pelaku Penyebar Isu Dana Cadangan Rp 44 Milliar Minta Maaf ke Ketua DPR Papua

Ariyani, SH., MH | 03 Mar, 2026 | 9X Dilihat

Jayapura,- Oknum pelaku yang menuding Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, ST. MM. MH atas penyalah penggunaan dana cadangan Pemerintah Provinsi Papua Rp 44 miliar Tahun Anggaran 2025 dalam pemberitaannya beberapa pekan ini hingga viral di medi sosial, akhirnya datang meminta maaf.

Pelaku tersebut merupakan Ketua DPD Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Provinsi Papua, Elisa Buway, SH meminta maaf secara langsung dan terbuka kepada Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai di Ruang kerja Ketua DPR Papua, Senin, 02 Maret 2026.

“Saya Elisa Buway, SH selaku Ketua LPRI Provinsi Papua menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Ketua DPR Papua terkait pernyataan yang sempat viral mengenai dana cadangan Rp44 miliar,”kata Elisa Buway, usai pertemuan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, membenarkan adanya klarifikasi dan permintaan maaf dari pelaku yang sudah memviralkan dirinya.

Hanya saja, meski pelaku sudah datang dan meminta maaf atas kejadian itu, namun dengan tegas Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai mengatakan, proses hukum tetap berjalan biar ada efek jerah bagi pelaku tersebut.

Dengan melalui penasihat hukumnya, Ketua DPR Papua ini juga mengaku telah melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polda Papua.

“Hal ini saya sudah laporkan dan pada prinsipnya saya memaafkan. Tapi proses hukum tetap kita jalankan sesuai prosedur yang ada, agar ini menjadi pelajaran. Kalau belum tahu sesuatu, jangan asal bicara,” tegas Denni Bonai, sapaan akrabnya.

Saat disinggung,, apaka ada orang tertentu dibelakang pelaku yang ikut membantu atau terlibat keras dalam penyebaran informasi tersebut, Legislator Papua ini pun mengaku telah mengantongi sejumlah nama nama itu, baik dari dalam maupun dari luar DPR Papua yang telah memberikan data sehingga isu melebar luas dan di komsumsi mentah mentah oleh publik.

“Tapi, saya sudah tau semua dan cukup tau saja, namun biar proses hukum yang berjalan. Apalagi, kerugian saya banyak sekali dari berita bohong ini. Citra yang saya bangun di daerah pemilihan terdampak, keluarga saya juga terusik,” tandas Denny Bonai dengan nada kesal.

Pada kesempatan ini, Politisi Partai Golkar itu juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan percaya begitu saja terhadap informasi atau flayer yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Denny Bonai menambahkan, orang hanya lihat foto saya, logo KPK dan angka Rp 44 miliar. Padahal dana itu tidak dikelola DPR Papua, melainkan di Pemprov Papua.

“Ya memang PSU sesuai perintah negara, tapi bukan menggunakan dana cadangan. Jadi kalau
mau kritik silahkan saja dan itu wajar wajar saja, tapi jangan seenaknya menyebarkan informasi yang tidak benar. Kami tidak anti kritik tapi semua harus berdasarkan fakta bukan asumsi atau kepentingan tertentu,” cetusnya. (Tiara).

Share: